Kamis, 05 Agustus 2021

Saat Jenazah Istri Dimandikan Suami meninggal, Kapolres Nangis Gendong Bayinya Yang Berusia 1 Bulan

Kisah sedih 6 bocah yatim piatu yang masih kecil baru saja ditinggal meninggal ayahnya.

Sebelumnya sang ibu Siti Haryanti warga Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan meninggal dunia pada Minggu pukul 10.00 WITA.

Ia meninggal karena tensi darah meningkat setelah melahirkan anak keenamnya 1 bulan yang lalu.

Beberapa jam setelah sang istri meninggal, sang suami dibawa ke rumah sakit karena tensinya tinggi.

Suami Siti dinyatakan meninggal dunia.

"Sebelumnya anak saya itu kan tensinya naik waktu periksa di puskesmas mulai dari situ sudah tidak normal. Anak saya itu meninggalnya hari Minggu kemarin," kata Wa Ode Rusdiana (52), ibu kandung Siti Haryanti sambil mengusap air matanya.

Saat sang suami dilarikan ke rumah sakit, jenazah istrinya lagi dimandikan.

"Tidak lama kemudian setelah anak saya meninggal itu, suaminya juga langsung naik tensi dan dilarikan ke rumah sakit. Dan tidak lama langsung muncul kabar kalau dia sudah meninggal juga sementara anak saya ini masih dimandikan di rumah," ungkapnya dilansir dari Tribun Kaltim.

Siti dan suaminya meninggalkan enam orang anak yang masih kecil.

Si sulung masih kelas 6 SD dan si bungsu masih berusia 1 bulan 7 hari.

Dalam satu hari enam bocah tersebut jadi yatim piatu.

Mereka diasuh Mustafa (53) dan Wa Ode Rusdiana, kakek nenek dari pihak ibu.

Kisah enam bocah ditinggal meninggal orang tuanya sempat viral di media sosial setelah diunggah salah satu akun Facebook.

Setelah kisah tersebut viral, banyak warga yang datang ke kediaman Mustofa untuk memberikan dukungan dan bantuan, salah satunya adalah Arda.

Ia mengaku sengaja datang karena terharu dengan kondisi enam bocah tersebut.

"Kita datang memberikan dukungan, juga memberikan sedikit santunan. Karena siapa sih yang tidak terharu melihat kondisi ini," katanya.

Selain Arda, ratusan masyarakat dan organisasi perangkat daerah maupun pihak kepolisian terlihat memadati rumah Mustafa.

Jenguk 6 bocah yatim piatu, Kapolresta Balikpapan dan istri tak kuasa menahan air mata

Sebagai aparat penegak hukum pada instansi kepolisian tentu saja yang muncul di benak masyarakat adalah berperawakan tegas dan juga berwibawa.

Terlebih lagi pada tubuh kepolisian ditunjuk memegang jabatan penting sebagai komandan resor atau Kapolres.

Seperti yang terlihat pada Kapolresta Balikpapapn Kombes Pol Turmudi.

Kapolres yang dikenal tegas dan berwibawa ini akhirnya luluh bahkan terlihat tak kuasa membendung air mata saat menjenguk enam bocah yatim piatu di wilayah kecamatan Balikpapan Selatan.

Perwira polisi berpangkat melati tiga di pundaknya itu datang bersama istrinya Tina Turmudi dan rombongannya menggunakan mobil.

Sesampainya di rumah kakek para Bocah tersebut yang berada di RT 20, Kelurahan Sepinggan Raya Kecamatan Balikpapan Selatan.

Kombes Pol Turmudi langsung menyapa kakek nenek dan para bocah yatim piatu itu.

Bahkan ia beserta istrinya sempat menggendong anak paling bungsu dan masih Balita berusia 1 bulan 7 hari.

Selain memberikan santunan, Kombes Pol Turmudi juga memberikan pencerahan serta dukungan moril dan semangat kepada para bocah dan kakek neneknya itu agar tetap tegar dalam melewati cobaan.

Dirinya menegaskan pihaknya akan mengkawal segala persoalan administrasi hingga persoalan keperluan para bocah tersebut hingga tuntas termasuk Jaminan Kesehatan Nasional hingga perhatian dari Pemerintah terkait.

Sesekali Kapolres dan istrinya mengusap air mata yang terus mengalir di pipi.

Ia dan Istrinya duduk berhadapan beralaskan karpet seadanya sambil menggendong para bocah yatim piatu tersebut.

Sementara Ibu Kapolresta Balikpapan Tina Turmudi juga telihat air matanya terus mengalir sambil memeluk salah satu bocah nomor 5.

Sedangkan bocah nomor 1, 2, 3, dan 4 terus berada di dekat sang nenek.

Saat dijegat para awak media menuju mobilnya sesuai menjenguk para bocah yatim piatu itu,

Kapolreta Balikpapan Kombes Pol Turmudi tak banyak memberikan keterangan bahkan dirinya langsung pergi meninggalkan para wartawan untuk menyembunyikan rasa kesedihannya usai melihat kondisi para bocah yatim piatu itu.

"Kita datang memberikan dukungan moril sosial kemanusiaan, turut prihatin empati...," katanya singkat seraya menundukkan wajahnya sambil berjalan dengan cepat lalu masuk ke dalam mobilnya.

Sementara itu, rombongan pihak kepolisian lainnya serta instansi Pemerintah maupun masyarakat biasa juga terlihat terus berdatangan,

sambil membawa bingkisan sembako dan lainnya untuk kebutuhan para bocah bernasib malang tersebut.

Sumber: tribunnews.com

Selasa, 03 Agustus 2021

LAZISMU KAB.WAYKANAN DAN PCM BANJIT MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA KORBAN KEBAKARAN DIKAMPUNG JUKU BATU BANJIT.

Banjit,Selasa 3/8/2021.Pengurus LAZISMU Kabupaten Waykanan dan PCM BANJIT memberikan bantuan sembako dan beberapa pakaian layak pakai kepada korban kebakaran dikampung Juku Batu kec.Banjit kabupaten Waykanan.

 Penyerahan bantuan diserahkan langsung kepada kepala kampung Juku Batu dan aparat kampung serta tokoh masarakat yang berada di posko sementara  tempat penampungan dan penyaluran bantuan kebakaran kampung Juku batu.
Ketua PCM Banjit menyampaikan ucapan turut prihatin terhadap musibah yang menimpa saudara kita ini,"ujar Jamsari.

M.Khoirin kepala kampung Juku menyampaikan sangat berterima kasih kepada seluruh pemuda muhamadiyah yang telah memberikan sumbangan.dan ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang sedang terkena musibah.

Kedatangan saudaraku dari Pemuda Muhamadiyah ini juga sangat memberikan  motipasidan terhibur atas silaturahminya atas kejadian beberap hari lalu,ujar Khoirin kepala kampung Juku batu.(R.J)

Jumat, 30 Juli 2021

4 RUMAH DIKAMPUNG JUKU BATU LUDES AKIBAT SI JAGO MERAH

Banjit 31/7/2021. Sekitar Pukul 01.30 wib dini hari sijago merah mengamuk dan 4 rumah ludes dilalap,dikampung Juku Batu Kecamatan Banjit Waykanan.

Rumah penduduk  yang ludes kebakar:
1.Ibu tinut
2.ibu surya
3.Ibu siti
4.Bpk binsa
Kebakaran berasal dari rumah ibu tinut diduga konsleting arus listrik.
Kondisi 4 rumah habis terbakar,ujar Tarzan (warga)melalui via hp.

m.a.Khoirin kepala kampung Juku batu membenarkan kejadian ini,bahwa telah terjadi kebakaran dikampungnya, masarakat yang korban kebakaran di ungsikan ke rumah tetangga2.
Akibat kejadian ini masarakat korban kebakaran mengalami kerugian sekitar 600 juta rupiah."ujar beliau
saat dikonfirmasi.(Adi/*)




editor:Adi

Selasa, 20 Juli 2021

PANITIA DKM MASJID ATTAQWA LK III Gg HANURA KELURAHAN PASAR BANJIT POTONG HEWAN KORBAN 6 SAPI DAN 4 KAMBING

Banjitpost , Banjit– Idul Adha 1442 H Masjid ATTAQWA LK III gang Hanura Kec.Banjit Kabupaten WayKanan melakukan penyembelihan Hewan Kurban pada Selasa ( 20/7/2021) Pagi.

Pelaksanaan penyembelihan hewan Kurban dilakukan oleh DKM ( Dewan Kemakmuran Masjid) ATTAQWA bersama jajaran kepanitiaan.

” Alhamdulillah pada Idul Adha 1442 H ini umat Islam khususnya di LK III Gang Hanura banyak yang menunaikan ibadah Kurban,Semoga ditahun depan lebih banyak lagi yang menunaikan ibadah korban” Ujar H.SAMSUL JAHRI

Dalam sambutan Ketua panitia CHOLID ASYARI S.Pd menyampaikan semoga anggota peserta korban benar ikhlas,seperti keikhlasan Nabi Ibrahim menyembelih nabi Ismail,yg akhirnya ALLAH SWT membalas keikhlasan dan ketulusan menjadi kebaikan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa DKM Masjid ATTAQWA menyembelih hewan kurban sebanyak 6 Sapi dan 4 Kambing.

” DKM Masjid ATTAQWA menyembelih hewan kurban sebanyak 3 Sapi dan 4 Kambing, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan” Pungkas Haji Samsul jahri)